Wednesday, December 21, 2011

Torii , Gerbang Tradisional Jepang



Torii (鳥居) adalah gerbang tradisional Jepang yang sering ditemukan di pintu masuk kuil Shinto, di mana secara simbolis menandai transisi dari profan ke yang suci (profan: daerah yg umum atau tidak disucikan). kehadiran torii di pintu masuk biasanya cara paling sederhana untuk mengidentifikasi kuil-kuil Shinto. Jika kita memperhatikan peta/maps (legenda) atau petanda/petunjuk (signage) yg ada kalau menemukan ikon torii kecil itu berarti mewakili adanya kuil (shire) dilokasi tersebut.

Berdasarkan catatan naskah kuno yang ditulis pada tahun 992, torii pertama kali ada pada pertengahan periode Heian. torii batu pertama yang dibangun yaitu pada abad ke-12 di kuil Hachiman di Yamagata prefektyr. Torii kayu tertua adalah torri ryōbu di Kubo Hachiman Shrine di Yamanashi prefektur dibangun pada 1535.


Torii secara tradisional terbuat dari kayu atau batu, tetapi sekarang mereka dapat juga terbuat dari beton bertulang, tembaga, stainless steel atau bahan lainnya. Mereka biasanya ada yg tidak dicat ada jika dicat biasa berwarna merah dengan palang atas berwarna hitam. Kuil Inari torii biasanya memiliki banyak karena seseorang yang telah sukses dalam bisnis dalam rasa syukur yang sering menyumbangkan sebuah torii ke Inari, rasa syukur atas kesuburan dan industri. di Kyoto-taisha memiliki ribuan torii tersebut, masing-masing membawa nama donor/penyumbangnya.

Makna & Fungsi Torii
Fungsi dari torii adalah untuk menandai pintu masuk ke ruang suci. Untuk alasan ini, jalan menuju ke kuil Shinto (Sando) hampir selalu melewati/melalui oleh satu atau lebih torii, yang oleh karena itu cara termudah untuk membedakan kuil dari kuil Buddha. jika sando melewati torii ganda (multiple), torii terluar disebut ichi no torii (一の鳥居, first torii), yang berikut, lebih dekat ke kuil, biasanya disebut ni no torii (二の鳥居, second torii) dan san no torii (三の鳥居, third torii). Torii lain dapat ditemukan lebih jauh ke dalam kuil untuk mewakili meningkatkan tingkat kesucian sebagai salah satu mendekati ruang dalam (honden), dan juga inti dari kuil. Karena hubungan yang kuat antara kuil Shinto dan keluarga Kekaisaran Jepang, sebuah torii juga biasanya berdiri di depan makam masing-masing Kaisar.

Apakah torii ada di Jepang sebelum Buddhisme atau sebaliknya, itu masih menjadi perdebatan hingga saat ini (?). Pada masa lalu harus torii telah digunakan juga di pintu masuk kuil Buddha. sebagai bukti nyata kita dapat perhatikan sebuah kuil Budha Osaka Shitenno-ji, didirikan pada 593 oleh Shōtoku Taishi dan candi tertua Buddha di negara Jepang ini, memiliki torii sebagai salah satu pintu masuk nya. Torii kayu asli pada Osaka Shitenno-ji dibakar tahun 1294 dan kemudian digantikan oleh torii batu. Banyak kuil-kuil Buddha mencakup satu atau lebih kuil Shinto yang didedikasikan untuk Kami (Kami dalam bahasa/tradisi/kepercayaan jepang berarti roh (spirit), dapat juga diinterpretasikan dengan God, Deva, Angels, Malaikat) yg mengawasi mereka., dan dalam hal ini berarti bahwa torii menandai pintu masuk tempat suci itu. Benzaiten adalah dewi sinkretik yang berasal dari India yang disebut juga Saraswati keilahian menyatukan unsur-unsur dari kedua Shinto dan Buddhisme. Untuk alasan ini ada sebuah ruang yang didedikasikan untuk dirinya dapat ditemukan di kedua candi dan kuil-kuil, dan dalam kedua kasus di depan aula berdiri sebuah torii. Dewi sendiri kadang-kadang digambarkan dengan torii di kepalanya (lihat foto di bawah). Akhirnya, Sampai periode Meiji (1868 -1912) torii secara rutin dihiasi dengan plak membawa sutra Buddha.

Yamabushi, pertapa pertapa gunung Jepang dengan tradisi panjang sebagai pahlawan diberkahi dengan kekuatan gaib, kadang-kadang digunakan sebuah torii sebagai lambang mereka.
Torii juga kadang-kadang digunakan sebagai simbol Jepang pada konteks non-agama. Sebagai contoh, adalah simbol dari Resimen Infanteri 187, Divisi Lintas Udara 101 dan pasukan AS lainnya di Jepang.

Beberapa Karya arsitektur yg terkait / menyerupai Torii:
An Indian torana
The Sao Ching Cha in Thailand
A Chinese pailou
A Korean hongsalmun





















perbedaan agama dan budaya setiap negara/daerah memberi berbedaan bentuk, makna, fungsi, dan arti sebuah karya arsitektur

Tentatif etimologi berbagai kata torii ada. Menurut salah satu dari mereka, namanya berasal dari istilah Tori-iru (通り 入る, melewati dan masukkan). yang lain mengambil nama secara harfiah:. Gerbang awalnya akan beberapa jenis "burung bertengger" (bird perch). Karena dalam burung Jepang telah lama memiliki hubungan dengan orang mati, ini berarti ia lahir dalam kaitannya dengan beberapa ritus penguburan prasejarah. Teks Jepang kuno seperti Kojiki dan Nihon Shoki misalnya menyebutkan bagaimana Yamato Takeru setelah kematiannya menjadi burung putih dan dalam bentuk yang memilih tempat untuk pemakaman sendiri. Untuk alasan ini, kemudian makam disebut Shiratori misasagi (白鸟 陵, kuburan burung putih). Banyak teks kemudian juga menunjukkan beberapa hubungan antara jiwa mati dan burung-burung putih, link umum juga dalam budaya lain, seperti perdukunan Jepang. Burung motif dari Yayoi dan periode Kofun burung bergaul dengan orang mati juga telah ditemukan di beberapa situs arkeologi.

Karena gerbang/pintu ini secara struktural lemah, maka diperkuat dengan balok pengikat, yang disebut shinmei torii (神明 鸟 居) Atau futabashira torii (二 柱 鸟 居, dua pilar torii). Torii shinmei, terdiri dari hanya empat batang/balok kayu dan dicat: dua pilar vertikal disebut Hashira () atasnya terdapat palang horisontal disebut Kasagi (笠 木) dan dijaga/ diikat oleh balok pengikat yang disebut nuki ( ). pilar-pilar mungkin memiliki kekuatan batin/roh/taksu yang disebut uchikorobi (内 転び) atau korobi (転び) yang membuat bagian-bagian nya tetap lurus.

Bagian-Bagian dan Ornamen Torii

  • Torii dapat dicat atau dicat merah terang dan hitam. Warna hitam terbatas pada kasagi dan nemaki (根 巻, lihat Ilustrasi diatas). Sangat jarang torii dapat ditemukan juga dalam warna lain. Kamakura Kamakura-gu yang misalnya memiliki satu putih dan merah.
  • kasagi dapat diperkuat bawah palang horisontal oleh kedua disebut shimaki atau shimagi (岛 木).
  • Kasagi dan shimaki mungkin memiliki kurva ke atas disebut sorimashi (反り 増し).
  • Nuki ini sering diadakan di tempat oleh wedges (kusabi ()). Para kusabi dalam banyak kasus murni cuma hiasan.
  • Di pusat nuki mungkin ada penyangga yang untuk mendukung disebut gakuzuka (额 束), Kadang-kadang tertutup oleh tablet membawa nama kuil.
  • Dibawah Pilar-pilar sering terdapat cincin batu putih yang disebut kamebara (亀 腹, perut Kura-kura) atau daiishi (台 石, batu dasar). Batu kadang-kadang diganti dengan dekorasi hitam yang disebut nemaki (根 巻, lengan Akar).
  • Di bagian atas pilar ada cincin dekoratif disebut Daiwa (台 轮, Cincin besar).
  • Gerbang memiliki fungsi murni simbolis dan oleh karena itu biasanya terdapat papan nama, tapi ada pengecualian, seperti misalnya dalam kasus triple-melengkung Ōmiwa Shrine torii
    gambar diatas adalah: Ōmiwa Shrine torii

Bentuk-Bentuk Model Torii
dibedakan dalam 2 jenis yaitu Shinmei (kasagi datar), Myojin (kasagi melengkung)

Jenis Ragam Shinmei Torii:


Photo gallery


Jenis Ragam Myōjin Torii:

The myōjin torii and its variants are characterized by curved lintels.


Photo gallery

_____________________________

terdapat juga sebuah torii aneh/ tidak lazim yaitu torii satu pilar (One-legged torii), di Sannō Shrine, Nagasaki, Japan. bagian setengahnya hancur akibat bom ator yang terjadi di Nagasakigambar diatas adalah: torii satu pilar (One-legged torii), di Sannō Shrine, Nagasaki, Japan

Keperkasaan Torii:
dipercaya bahwa torii ini memiliki taksu atau kekuatan magis. sehingga walaupun struktur nya sederhana dan terlihat lemah tapi sesungguhnya sangat kuat untuk mampu bertahan berdiri tegak. ini beberapa buktinya:
gambar diatas adalah gambar torii di Horoshima yang masih mampu bertahan ketika terkena bom atom tahun 1945, padahal bangunan di daerah ini telah hancur berpuing-buing.
Gambar diatas sebuah torii yang masih berdiri tegak walaupun daerah ini terkena tsunami pada 11 maret 2011

sungguh mengagumkan torii ini...

Sumber: Wikipedia

1 comment:

“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)