Showing posts with label suara hati. Show all posts
Showing posts with label suara hati. Show all posts

Sunday, March 24, 2013

Tetap Tegar

Wahai jiwaku yg Rapuh
Tetaplah tegar...
Tuhan Bantu aku tetap tegar
aku bagai butiran debu
ketika ku berada di titik kritis kemapuan ku untuk berlari
aku harus tetap tegar.
banyak tugas dan tanggung jawab

Friday, December 9, 2011

IMPIAN PERLU UJIAN


IMPIAN PERLU UJIAN

kala impian membuat kita berbeda
kala cara pikir kita ditertawakan
kala senyuman kita disiniskan
kala warna semangat mulai meluntur
kala impian membuat hati bias

justru teruslah maju dan berpegang
teruslah berpegang pada impian kita
bangunlah keyakinan demi keyakinan

bukankah layang-layang terbang tinggi
karena melawan arah angin

(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)
impian kita hanya perlu diuji
diuji untuk membangun keyakinan
(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)
keyakinan untuk mencapainya

Wednesday, November 23, 2011

penerungan diri


aku merenung malam ini, apa sesungguhnya motivasi dalam cita-cita ku???

aku selalu berharap hidup dalam kedamaian, aku berusaha menjalani sesuatu dengan iklas. tapi ada kisah versus prinsip yg selalu bertentangan.

aku adalah perpaduan antara semangat dan kecerian. aku jalani semuanya dengan tanpa keinginan awalnya. tapi begitu aku memiliki mimpi, maka akupun berusaha demi mimpi itu. tapi bagaimana jika mimpi itu rusak ketika aku sedang berusaha memenuhi syarat nya. mungkin memang tanpa keinginan itu lebih baik. jika itu benar maka tidak ada yg harus aku perjuangkan saat ini. atau aku masih harus memperjuangkan mimpi itu?

sebuah tanda tanya muncul kembali, jika aku masih dijalan ini apakah aku hanya akan mengulangi sebuah lingkaran yang akan terus terulang lagi dan lagi. ???

aku bersifat mendua. karena aku tidak paham apa keinginan ku sendiri saat ini. ada sebuah prinsip ada sebuah pengharapan. bagai berdiri di sebuah lorong, aku harus melangkah maju atau mundur untuk memutar. akhir dari setiap lorong tidak ada yg tau pasti. yg pasti adalah apa yg sudah terjadi. mungkin itu akan subjektif dalam menilai setiap kejadian tapi ada beberapa absolute yg tak terbantahkan.

ada tanda tanya besar yg harus terjawab, siapa kah aku? itulah inti perjalanan dalam menemukan eksistensi diri agar dunia tau siapa aku.

kondisi ku sekarang semakin buruk dan buruk, degradasi diri itulah yg terjadi pada ku. aku bukan orang baik, bukan orang bijak. bahkan semakin buruk. kondisi ini memang tidak memuliakan diri ku, banyak cacian yg kuterima dalam setiap perjumpaan. ketika aku mau mendekat untuk menjelaskan sesuatu selalu aku di cap salah. mereka belum share mind tapi sudah menilai ku. aku tau mereka baik, tapi mereka belum tau aku. .... apakah kamu tau aku?

setiap sapa dan jabat tangan yg ku berikan selalu berbalas cercaan. sesungguh nya apa salah ku?. selama perenungan ku jawaban sementara yg bisa aku temukan; adalah aku salah karena aku bodoh. orang terbodoh adalah org pintar yang bisa dibodohi. wajar jika banyak yg berkata: percuma terpelajar jika kurang ajar. aku terima semua penilain karena mereka blm tentu tau aku secara utuh. mungkin itu hanya sepihak.

sebuah pertanyaan kunci telah sering kutanyakan, tapi hanya bayang2 abu-abu yang kuterima. aku tdk tau lagi harus kemana. mungkin aku harus tegas, aku harus dewasa.

semoga esok mentari jingga kan bersinar memberi kecerian dan semangat ku kembali.
sebenarnya blog ini bukan blog unt tulisan semacam ini, admin minta maaf.

Tuesday, February 15, 2011

kebebasan

kebebasan ini sungguh menyakitkan...
aku tak ingin bebas, tapi aku harus...

aku terlalu sakit untuk mampu melihat dan mengetahui
lbh baik aku hilang, agar indera ku tak merasa

menghapus dirimu bukan itu niat ku
ku ingin tidak melihat dan mengetahui ttg kebodohan ku

tiada guna aku berkata
karena kamu tidak mengerti bahasa ku
lbh baik aku diam
mungkin kamu akan lbh mengerti aku

aku bebaskan kamu untuk bersama dia
aku sudah lelah dalam pertempuran batin
aku sudah lelah pada kepercayaan
aku sungguh sudah lelah

aku ingin beristirahat bersama luka-luka ku
aku ingin diam, agar tak ada makian
aku ingin hilang, agar tak mengganggu mu

aku semakin hari semakin sadar siapa diri ku
aku semakin hari semakin belajar
aku tersadar aku bukan siapa-siapa.

tiada hak dan tiada kewajiban
itulah kebebasan yg menyakitkan ini
“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)