Thursday, December 1, 2011

Belajar Bahasa Jepang #19

Ketika Pergi & Pulang

Pada bagian ini kita belajar mengenai ungkapan yang digunakan ketika pergi atau keluar rumah. Orang-orang Jepang mempunyai ekspresi atau ungkapan khusus pada situasi tersebut. Berikut adalah ungkapan yang biasa mereka gunakan:

Ketika akan keluar rumah:

Saya pergi!

: Itte kimasu.
いってきます。
: Itte mairimasu.
いってまいります。

Respond orang rumah yang ditinggalkan:

Selamat jalan.

: Itte rasshai.
いってらっしゃい。

Catatan: Itte kimasu merupakan ungkapan saat hendak berpamitan kepada anggota keluarga untuk menjalani aktivitas di luar. Itte kimasu mempunyai arti bahwa anda pergi dan pasti akan kembali lagi. Itte rasshai merupakan respond atau jawaban atas ungkapan itte kimasu, yang artinya selamat jalan.

Pada saat anda pulang, katakan:

Saya pulang.

: Tadaima.
ただいま。

Respond orang rumah:

Selamat datang.

: O-kaeri.
おかえり。
: O-kaerinasai.
おかえりなさい。

Catatan: Tadaima digunakan ketika pulang ke rumah setelah menjalani aktifitas di luar. Sedangkan respond atas ungkapan tersebut adalah okaeri nasai, yang artinya selamat datang.


Percakapan 1

Arif:
Itte kimasu.
いってきます。
Saya pergi!
Ibu:

Doko e?
どこへ?
Mau ke kampus?

Arif:

Chotto daigaku made.
ちょっとだいがくまで。
Mau ke kampus sebentar.

Ibu:

Jaa, itte rasshai.
じゃあ、いってらっしゃい。
Selamat jalan.


Ki o tsukete kudasai.
きをつけてください。
Hati-hati di jalan.

Arif:

Arigatoo.
ありがとう。
Terima kasih.


Percakapan 2:

Arif:

Tadaima.
ただいま。
Saya pulang!

Ibu:

O-kaerinasai.
おかえりなさい。
Selamat datang.

Daigaku wa doo deshita ka.
だいがくはどうでしたか。
Bagaimana kuliahnya?

Arif:

Totemo tanoshikatta desu.
とてもたのしかったです。
Sangat menyenangkan.

Ibu:

Yokatta desu ne.
よかったですね。
Syukur deh.

Catatan: Yokatta desu ne, merupakan ungkapan ketika mendengar hal-hal yang menyenangkan atau hal yang membuat perasaan lega.

No comments:

Post a Comment

“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)