Thursday, January 28, 2010

Urban Acupuncture (penerapan)

Penerapan Urban Acupuncture

Penataan ruang terbuka publik sangat mendapat perhatian dalam urban acupuncture karena sangat berdampak pada kualitas kehidupan kota. Ruang terbuka publik seperti halnya taman (park), square, plaza dan koridor jalan akan berdampak pada kualitas kehidupan warga kota. Allan B. Jacob dalam bukunya ‘Great Street’ menyatakan bahwa jika mampu menata koridor jalan dengan baik maka akan mampu menata sepertiga kota tersebut dan sisanya akan mengikutinya. Pentingnya ruang terbuka publik juga dijelaskan dalam buku ‘publik space urban place’ sebagai Third place. Setelah rumah(one) dan tempat kerja (second), ruang terbuka publik merupakan tempat berinteraksi warga kota yang mempunyai makna personal (sense of place). Ruang terbuka publik juga menawarkan kesempatan rekreasi, habitat satwa liar, tempat untuk acara khusus, dan memberikan udara segar bagi kota (paru-paru kota).

Penataan urban fabric juga sangat diperhatikan dalam urban acupuncture seperti bidang arsitektur dimana akan menciptakan citra visual kota. Urban fabric (burra Charter) merupakan semua yang menyangkut objek fisik dari suatu tempat (place). Seperti pembangunan Guggenheim di Bilbao dan the Pompidou Centre di Paris, the Grand Central Station di New York dan the Pampulha Complex di Belo Horizonte merupakan contoh dimana arsitektur mampu menciptkan urban fabric yang baik bagi kota.

Kota memiliki tingkat keberagaman / heterogenitas yang tinggi. Sistem penataan kota mix-use dengan mengkombinasikan dan mencampurkan peruntukan fungsi yang ada. Sistem zoning mono-use yang menciptakan kawasan yang dengan dengan kriminalitas tinggi dan tidak terawasi. Maka Jane Jacobs berpendapat bahwa sebuah neighbourhood (1) haruslah memiliki lebih dari satu fungsi utama, (2) merupakan blok-blok kecil, (3) terdiri dari bangunan yang beragaman baik usia dan kondisinya, (4) harus ada populasi yang cukup padat dan mampu memfasilitasi beragam kegiatan warganya.
Jika sebuah kota diibaratkan sebagai sebuah jaringan maka diperlukan sebuah teknik acupuncture sebagai sebuah sistem. Untuk memperbaiki jaringan yang ada diperlukan penataan pada titik-titik penting dan vital kota. Akibat kekacauan transportasi akibat car oriented development diperlukan penataan terhadap sistem jaringan stransportasi yang ada. Transit Oriented Development merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk masalah tersebut. Sistem transportasi masal dengan node/ point pergerakan yang jelas. Penataan pada point/ titik tersebut akan berdampak besar pada seluruh jaringan transportasi kota

Sebuah kota memiliki karakter tersendiri dengan berbagai catatan sejarah yang sejarah yang ada pada urban fabric. Kota memiliki tantangan sustainable, sehingga diharapkan mampu bertahan dengan menghadapkan tantangan masa depan. Dalam jangka panjang mampu bertahan meliputi issue energy efficiency, cleanliness, wildlife support. Selain menghadapi tantangan global masa depan kota juga harus mampu mempertahankan warisan (heritage) ciri kota tersebut. Urban acupuncture dengan penataan dengan hasil yang cepat (sort time) namun juga harus mampu bertahan lama (long term)

Pedekatan dan fokus perhatian dalam urban acupuncture adalah:

· Ruang terbuka publik (open space) sebagai pembentuk kualitas kehidupan kota.

· Urban fabric, adanya bangunan (arsitektur) yang memperkuat citra kawasan.

· Mixed-use development.

· TOD, Adanya publik transportasi yang baik.

· Heritage and Sustainable issue, untuk menjawab permasalah global dan tantangan kota masa depan, serta menjaga citra karakter kota.

· Pemberdayaan masyarakat dengan berbagai program dan kebijakan kota.


liat juga link terkait materi ini:
pengertian urban acupuncture
latar belakang urban acupuncture

No comments:

Post a Comment

“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)