Sunday, December 20, 2009

Q-Sort



Pengertian Analisis Q-Sort:
Metode Q-Sort adalah suatu teknik pengukuran kejiwaan (psychometric) yang akan menghasilkan selang ukuran-ukuran hasil penghayatan pengamat tentang kualitas visual lansekap yang terdapat (digambarkan) dalam foto (Wibisana, 1985 : 115-117).
Q-sort is a ranking of variables -- typically presented as statements printed on small cards -- according to some condition of instruction. The sample of statements for a Q-sort is drawn from a concourse. The "Q-sort" data collection procedure is traditionally done using a paper template and the sample of statements or other stimuli printed on individual cards. However, there are also computer software applications for conducting online Q-sorts. (sumber: wikipedia.com)


Tujuan dan Sasaran Analisis Q-Sort:

Teknik Analisis Q-Sort bertujuan untuk mengetahui nilai kualitas visual lansekap yang terdapat (digambarkan) dalam foto yang dinilai oleh pengamat atau responden ahli / expert. Serta dapat diketahui peringkat atau ranking dari kualitas visual lansekap yang ada pada foto tersebut.

Foto yang diambil dikumpulkan untuk dilakukan penyortiran untuk mengetahui persepsi lansekap yang dimilikinya berdasarkan penilaian dari responden/ pengamat


Konsep Dasar Analisis Q-Sort:

Teknik Q-Sort adalah salah satu dari metoda analisis penilaian lingkungan visual di wilayah pedesaan/lansekap. Penilaian lingkungan visual tidak dapat dipisahkan dengan reaksi pengamat terhadap lanskap. Hasil penilaian suatu lanskap dipengaruhi oleh (Wibisana 1985: 113-115) :

1. Karakteristik pengamat (cara pandang, pendidikan, sosial-ekonomi, kematangan jiwa/kepribadian, pengetahuan tentang desain/estetika, dll),

2. Karakteristik lansekap (komposisi letak, komposisi warna, tekstur, skala ruang, dan nilai-nilai visual),

3. Kondisi/suasana fisik dan hubungan tingkah laku pada waktu pengamatan.

Untuk memilih lingkungan dengan visual terbaik, terlebih dahulu harus dipilih bermacam-macam lansekap yang memiliki kualitas baik di wilayah pengamatan. Kriteria dasar visual yang sering digunakan untuk melihat reaksi visual pengamat antara lain (Wibisana 1985: 101-113) : komposisi letak, komposisi warna, tekstur, dan skala ruang.

Komposisi letak adalah susunan berbagai elemen dalam suatu kesatuan gambar yang utuh. Susunan garis, nada, kontras warna dan tekstur diatur dalam satu format. Komposisi letak merupakan seni menempatkan (gambar) benda-benda dan menyusun garis-garis dalam batasbatas bidang gambar.

Komposisi Warna merupakan salah satu faktor penting yang membentuk daya tarik lansekap. Komposisi warna sangat bergantung pada cahaya dan jarak pengamatan.

Tekstur adalah sifat permukaan benda (tanah, kulit pohon, batu karang). Tekstur ini juga dipengaruhi cahaya dan jarak. Jenis tekstur antara lain kasar, sedang, halus. Tekstur halus terdiri dari warna terang, tekstur kasar, dan warna gelap.

Skala Ruang merupakan kesan ruang yang muncul dari perbandingan elemen-elemen fisik yang ada, baik di atas maupun di bawah garis horizontal. Skala ruang dipengaruhi oleh tempat pengamat, kecepatan, dimensi objek, proporsi dan lain-lain.

Prosedur Pelaksanaan Analisis Q-Sort.

Anggapan dasar dalam metoda ini adalah :

1. Penilaian kualitas visual dapat diterangkan lebih banyak melalui elemen-elemen fisik yang dinilai,

2. Tiap golongan sosial-ekonomi dan budaya dalam masyarakat akan memberikan penilaian yang tetap terhadap kualitas visual lansekap, Maka dicari renponden ahli/ expert sehingga memiliki dasar pengetahuan mengenai kualitas visual,

3. Kualitas pemotretan, pengembangan film dan pencetakan foto untuk tiap lansekap dianggap sama.



Langkah-langkah penilaiannya adalah sebagai berikut :

1. Kepada penilai/ responden disodorkan sejumlah foto, mereka diminta memilah-milah foto tersebut berdasarkan kualitas visualnya. Cara pemilahan ini dilakukan dengan cara memasukkan foto tersebut kedalam kotak-kotak yang disediakan.

2. Masing-masing kotak memiliki nomer berdasarkan nilainya. Dari angka 1 (terendah) sampai angka 7 (tertinggi). Kenapa range nilai-nya 1 sampai 7 karena manusia tidak mampu membedakan perasaan penghayatan dengan baik dalam klasifikasi kurang dari 5 dan lebih dari 9

3. Setelah semua responden memasukkan foto ke dalam kotak-kotak yang disediakan, maka akan dapat diketahui nilai kualitas visual berdasarkan keberadaa masing-masing foto tersebut dalam kotak yang disediakan.

4. Hitung jumlah total nilai yang diperoleh setiap foto lansekap, dengan rumus: Nilai (N)= jumlah total nilai foto dibagi (/) jumlah responden

5. Setelah rekapitulasi dan perhitungan nilai selesai maka dapat diurutkan kualitas lansekap dengan membandingkan nilai masing-masing foto lansekap.



Kelebihan dan kekurangan analisis Q-Sort

Kelebihan analisis Q-Sort:

o Relatif cepat, karena proses yang dilakukan tidak perlu berulang-ulang kali. Pengamatan berdasarkan foto sehingga tidak perlu survey lokasi yang berulang-ulang. Renponden sebagai penilai juga tidak perlu diminta penilaiannya secara berulang-ulang (cukup sekali).

o Kemudahan data, data hanya berupa kualitas visual yang disajikan dalam foto.

Kekurangan analisis Q-Sort:

o Adanya perbedaan persepsi dan cara pandang terhadap suatu kualitas visual. Untuk itu hal ini diantisipasi dengan penunjukan responden ahli/expert, sehingga memiliki pemahaman yang relatif sama.

o Penilaian oleh responden relatif terbatas. Karena penilaian kualitas visual hanya berdasarkan apa yang disajikan dalam foto, sehingga akan sangat bergantung pada kualitas foto.

o Kualitas foto akan sangat berpengaruh pada alat, waktu dan cuaca.

o Kualitas suasana yang diamati hanya sebatas Visual (indera Mata)

o Analisis yang dilakukan hanya sebatas menentukan nilai kualitas visual saja. Tidak ada unsur deskripsi untuk menjelaskan penilaian tersebut.


2 comments:

  1. selamat siang..

    bisa tolong jelaskan cara kerja dari qsortnya ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya bisa kasi contoh aplikasinya pada sebuah studi kasus. tapi mohon diberikan alamat emailnya nanti saya share.

      Delete

“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)