Saturday, March 24, 2012

Piece by Piece Urban Design


Piece by piece urban design adalah suatu metoda untuk meningkatkan kualitas daerah eksisting kota. Dimulai dengan citra mental umum tentang apa dan bagaimana suatu daerah. Ini adalah pandangan alternatif tentang apa desain perkotaan. Kevin lynch (1960) mengidentifikasikan district sebagai salah satu faktor kunci dalam peta kognitif kota. Sebuah district baik dibatasi atau tidak, memiliki karakter yang serupa dalam teksture dan massa bangunannya.

Kebanyakan kota memiliki Central Business District (CBD), shopping and entertainment districts. Perpaduan elemen-elemen ini memberikan identitas yang khas pada kota. Piece-by-piece urban design menangani masalah-masalah tertentu dari sebuah district sebagai salah satu cara untuk membentuk sebuah district kepada arah tertentu. Tipe khusus lain dari perencanaan district adalah Business Improvement District (BID). Tujuannya adalah untuk membuat district kerja, perbelanjaan dan hinuran yang menyenangkan dan aman, ramah dan lingkungannya terpelihara dengan baik. Untuk memncapai tujuan tersebut ada beberapa hal yang dilakukan: (1) meningkatkan suasana distrik mereka, (2) membuat acara khusus untuk menarik orang dan (3) merawat district tersebut.

Tujuan dari piece-by-piece adalah untuk meningkatkan suatu daerah secara bertahap baik melalui tindakan langsung maupun tidak langsung yang akan berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan fisik serta meningkatkan peluang investasi.

Piece-by-piece urban design merupakan jantung dari upaya merancang perkotaan. Baik dalam hal merancang sebuah kota baru atau sebuah proyek pembaharuan perkotaan. Proses desain adalah salah satu menetapkan tujuan, mengembangkan desain konseptual dan kemudian merancang menggunakan spesifikasi dan pedoman untuk komponen-komponen (buildings and landscaped spaces) untuk dikembangkan dan dirancang oleh sejumlah pengembang dan arsitek. Tujuannya adalah merancang perbagian-bangian hingga rangkum keseluruhan.


Kesimpulan:

Piece by piece urban design adalah suatu proses dan prosedur rancang kota dimana suatu kota akan ditata secara bertahap, dengan menentukan tujuan dan membuat guide-line atau pedoman perencanaan nya dalam bentuk masterplan. Masterplan ini akan membagi wilayah perencanaan secara terpadu kedalam zona-zona atau lot dengan fungsi beragam. Sehingga perancangan berikutnya nanti mampu berjalan padu dan kompak sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

No comments:

Post a Comment

“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)