Thursday, March 1, 2012

Penyimpangan Pelaksanaan Konsevasi Urban Heritage

dalam pelaksanaan konservasi heritage kerap mengalami beberapa kekeliruan, antara lain.
  1. Cosmetik : hanya berusaha untuk memoles/mempercantik kawasan (building/space/area/environment), hal ini dikenal juga dengan istilah beautification. dimana tindakan ini kurang mempertimbangkan fungsi, kehidupan masyarakat, dan keberlanjutan dari objek konservasi.
  2. Museumification : konservasi hanya menjadikan heritage sebagai bangunan/kawasan museum tanpa memperhatikan tuntutan kekinian, masyarakat, living culture, kehidupan urban kawasan.
  3. Disneyfiction : konservasi dipandang sebagai kawasan yang berkunjung untuk melihat rekam jejak masa lalu, tapi melupakan kehidupan dan dinamika urban yang ada.
  4. Commodification : objek konservasi dianggap sebagai sebuah produk yang berorientasi pada penjualan (market oriented) yang berfokus pada nilai sejarah sebagai sebuah barang dagangan, yang justru merusak karakter (sense of place) kawasan dan tidak berpihak pada masyarakat yang hidup dikawasan.
kegiatan konservasi haruslah dalam kerangka pembangunan berkelanjutan (sustainable development). yang dapat melestarikan nilai masa lalu (past) dengan kebutuhan masa kini serta tetap memperhatikan kebutuhan masa datang (future) untuk generasi berikutnya.

No comments:

Post a Comment

“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)