Sunday, January 15, 2012

KEMACETAN di Kota-kota Indonesia


ada sebuah prediksi menarik yang perlu disikapi mengenai kemacetan di kota-kota besar di Indonesia. bahkan untuk Kota Jakarta pada tahun 2014 diprediksikan akan mengalami macet total. hal ini memang sangat nyata di depan mata jika kita melihat dan merasakan sendiri bagai mana lalu lintas di Jakarta.
ada pernyataan "lucu" yang baru saja saya dengar bahwa: "jakarta macet, bukan masalah tapi merupakan bukti nyata meningkatnya perekonomian". wah kalo gitu kota paris, itali, jepang yang warganya lebih makmur lebih macet donk? HEI, coba ngaca dulu....

sebelum lebih lanjut, ada baiknya kita bahas kenapa bisa macet?
jawaban ilmiah dan sudah pasti: "karena jumlah luas jalan tidak sebanding dengan dengan apa yang dibutuhkan oleh kendaraan pada waktu dan tempat tersebut". Tapi kenapa bisa demikian?
untuk kasus di Indonesia bisa saya cermati sebagai berikut, ada beberapa faktor yang menyebabkan demikian (menurut kaca mata saya):
1. Masyarakat indonesia punya budaya macet
2. Indonesia terikat dengan industri otomotif negara lain, sebut saja yang paling dominan dari Jepang
3. kurang nya perhatian pada Publik Transportasi Masal

mari saya bahas satu persatu:
1. Budaya Macet: sorry, i have to say. Indonesia ini memang memiliki budaya macet. beberapa indikasi / contoh nya:
a) "budaya konsumtif" termasuk juga pada produk otomotif (cek saja penambahan jumlah mobil baru di Indonesia).
b) Mobil itu dianggap sebagai representasi dari kekayaan dan kesuksesan seseorang. kalo orang sukses di Indonesia ini pasti sering dilihat dari apa "kendaraannya". coba aja anda mejeng/gaul dengan naik mobil dibandingkan dengan yang naik busway, mana yang lbh gaul, dan dilirik cewek???
c) memakai mobil padahal yang didalam nya cuma 1-2 orang, kalo banyak yang kayak gini jelas lah buang-buang space. makanya ada kawasan 3 in 1, tapi ini juga tidak efektif, kan bisa pake joki.
d) kenapa tidak pake angkutan umum saja? jawab nya: angkutan umum sesak, AC nya ngak bagus, panas, dll. (harus diakui juga angkutan umum indonesia masih sangat kurang nyaman)
e) kurangnya "budaya disiplin" perhatikan saja di perempatan lampu merah pada kota-kota besar. trus perhatikan saja orang yang naik ke atas gerbong kereta api. perhatikan juga orang yang melanggar jalur bus way. wah banyak deh contoh nya betapa orang indonesia tidak tertib berlalu-lintas

2. Indonesia Boneka Industri Otomotif dari Luar
berapa banyak pabrik otomotif di indonesia baik roda 2 dan 4 ? berapa besar tenaga kerja yang di serap? berapa besar pemasukan pemerintah (baik yg jelas ataupun yg gelap) dari perusahan ini? SO PASTI akan sangat susah sekali di indonesia akan ada aturan pembatasan kendaraan baik dari segi umur dan jumlah. akan susah sekali menaikkan pajak untuk otomotif. Dari segi regulasi indonesia ini sudah dikuasai produsen luar. sorry to say : Sadar tidak sadar kita ini kan Negara Kapitalis.

3. Kurang nya Perhatian Terhadap Transportasi Publik Masal
sebenarnya upaya bus way kota jakarta sudah cukup baik tapi kebali lagi infrastruktur kota belum memadai. banyaknya orang yg melanggar jalur ini. ada 2 syarat utama publik transportasi masal yang sukses yaitu "nyaman" dan "on time". apa bisa indonesia menciptakan transportasi publik seperti ini? kalo naik angkutan umum sama juga macet + tidak nyaman, ya omong kosong itu program.

APA SOLUSI MACET INDONESIA ?
saya adalah orang yang 100% tidak setuju dengan jawaban: "solusi macet adalah pelebaran / penambahan ruas jalan" ini adalah solusi yang hanya sepintas yang bersifat sort time. cuma ada satu jawaban utama untuk memperbaiki kemacetan yaitu "Publik Transportasi Masal".
1. buatlah transportasi masal yang NYAMAN dan ON-TIME (minimal jarak dan waktu tempuhnya bisa di prediksi dengan tepat)
2. buatlah publik transportasi yang ada "node" berupa titik simpul pemberhentian. jangan meniru angkot yang bisa ngetem dimana saja menaik dan menurunkan penumpang (ini malah bikin macet). upayakan fasilitas pendukung node ini yg nyaman seperti halte, terminal, stasiun yang nyaman. dengan meletakkan node yang baik, maka akan mudah mengontrol titik padat yang harus dikelola. coba baca mengenai teori TOD (transit oriented development) semoga dilain waktu saya sempat menuliskan tentang teori ini.
3. TEGAS pada aturan.
saya ambil bus way sebagai contoh: buatlah sebuah jaringan bus way yang baik. dengan titik node yang baik atau tidak asal-asalan. lalu sediakan jalur khusus yang baik. jaga kenyaman didalam bus dan di halte nya. lalu pastikan bus itu dapat tiba di setiap node on-time. jgan biarkan kendaraan lain memakai jalur busway. kalo mau macet masa bodoh, terkadang kita memang harus tegas untuk membenarkan budaya macet itu sendiri. jika bus way bisa nyaman dan ontime, masyarakat yg hobi dan bangga dengan kendaraanya biarkan menikmati kemacetannya. cepat atau lambat masyarakat akan sadar pada apa yang namanya "quality of time". saya yakin mereka akan beralih ke moda transportasi publik.

trus apa yang salah pada busway di jakarta?
jika anda menyimak tulisan saya diatas, maka anda akan memahami bahwa ada beberapa poin yang tidak terpenuhi busway jakarta, antara lain: penempatan node yang baik, nyaman, on-time, pengamanan/pertahanan jalur busway, fasilitas pendukung.

sekian tulisan saya, semoga berkenan. jika ada salah kata / kesalahan mohon maaf.

2 comments:

  1. Kredit kendaraan yang terlalu mudah salah satu penyebab kemacetan, karena semakin banyak orang yang punya kendaraan sendiri...nice info sob...

    ReplyDelete
    Replies
    1. komen dari mas el-barezy ada benarnya. kredit kendaraan murah itu merupakan salah satu contoh dari faktor nomer 2 yaitu negara boneka industri otomotif luar. dan juga memanfaatkan budaya konsumtif masyarakat kita.

      Delete

“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)