Monday, March 15, 2010

NYEPI - Bali Silent Day

nyepi merupakan hari raya umat Hindu di Indonesia khususnya bali. dan ini merupakan satu-satunya hari raya Hindu yang menjadi hari libur nasional (tanggal merah). kekuatan dari hari raya ini sangat besar. bahkan mengilhami dunia, dalam clime change summit di nusa dua desember 2007, ide dari nyepi ini masuk dalam "bali roadmap". dimana dengan nyepi akan mampu memberikan bumi untuk sedikit bernafas, penghematan energi, pengurangan polusi dan banyak lagi. ide ini juga menjadi usulan dalam pembahasan clime change summit berikutnya di copenhagen, desember 2009.

dalam nyepi dilakukan "catur brata penyepian" (4 pantangan), yakni tidak menyalakan api, tidak melakukan pekerjaan, tidak keluar rumah dan tidak bersenang-senang.

ada beberapa orang yang berpendapat bahwa nyepi ini akan menurunkan tinggat wisatawan ke bali. tapi buktinya hal ini sangatlah tidak benar. setiap tahun setiap nyepi dilakukan kunjungan wisatawan ke bali meningkat (kecuali tahun-tahun yang berdekatan dengan pasca bom bali). mereka umumnya tertarik untuk merasakan atmosfir bali yang damai, tanpa polusi. serta atraksi ogoh-ogoh sehari sebelum nyepi merupakan salah satu hal yang mereka nanti-nantikan. berdasarkan data tahun 2008 mencapai 90% ketika nyepi. serta pengunaan listrik berkurang 70%.

keluarga saya di Bali kemarin memberi tahu saya jika para wisatawan asing membanjiri jalanan ketika pawai ogoh-ogoh, karena nyepi merupakan sebuah acara yang menurut mereka sayang untuk dilewati - nyepi 2010. berikut ini sumber website yang mendukung opini saya:

Iam Proud To Be Balinese People.....



NYEPI INSPIRATION FOR THE WORLD

No comments:

Post a Comment

“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)