Monday, October 19, 2009

Stein's Neighbourhood

Tulisan ini berdasarkan literatur buku: "Emerging Concepts in Urban Space Design", oleh Broudbent, Geoffrey. Semoga dapat membantu bagi yang memerlukan.

Clarence Perry mengembangkan ide tentang neighbourhood unit dengan menganalisa keugulan yg ditemukan pada gardening dan forest hills gardens. Neighbourhood fokus kepada comunity center, tempat untuk rembug bersama anggota masyarakat. Hal penting dalam konsep yang ditawarkan oleh perry adalah pada fasilitas umum keseharian masyarakat seperti: toko, sekolah, taman bermain haruslah berada pada jarak pejalan kaki dengan setiap rumah yang ada. Yang nantinya akan berpengaruh pada ukuran dari neighbourhood itu sendiri. Jalan dengan intensitas yg tinggi dijauhkan dari lingkungan neighbourhood. Neighbourhood ini dapat menampung 5000 orang, cukup besar untuk penyediaan kebutuhan fasilitas keseharian, dan tidak terlalu kecil sebagai suatu komunitas.

Ide dari Perry tersebut kemudian dikembangkan oleh Clarence Stein dengan sistem jalan grid, pemisahan antara jalan besar dengan jalan neighbourhood, dan dengan neighbourhood park yang akhirnya membentuk green belt yg mengelilingi kota. Contohnya dapat kita lihat pada kota Radburn di New Jersey, dimana tampak adanya pemisahan antara pedestrian dengan jalur kendaraan serta adanya underpass dan overpass.

Rangkuman elemen pada perencanaan Radburn:

  1. The superblok – diletakkan berdekatan dengan bentuk yg persegi.
  2. Jalan yg dibangun dan direncanakan peruntukannya, untuk privat atau publik
  3. Pemisahan yg jelas antara pedestrian dengan jalur mobil/kendaraan
  4. Houses turned around, dengan ruang keluarga dan ruang tidur menghadap garden dan park, sedangkan ruang servis menghadap akses jalan
  5. Park menjadi tulang punggung dari neigbourhood.
Digunakan nya cul-de-sac sebagai jalur memutar kendaraan yang melalui area perumahan. Pemisahan akses jalan pada neighbourhood dengan jalur arteri primer dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan akitifitas warga itu sendiri seperti seperti sekolah dan park yg ada.

Friday, October 16, 2009

Howard's Garden City



Tulisan ini berdasarkan literatur buku: "Emerging Concepts in Urban Space Design", oleh Broudbent, Geoffrey. Semoga dapat membantu bagi yang memerlukan.

Gerakan Garden City merupakan pendekatan perencanaan perkotaan yang muncul pada tahun 1898 oleh Sir Ebenezer Howard di Inggris. Kota mengalami tekanan akibat populasi yg meningkat maka diciptakan kota baru dan banyak kota kecil di pingiran/ sekeliling kota lama. Hal ini juga untuk mengantisipasi urbanisasi ke pusat kota, sehingga kondisi pusat kota dapat dijaga.

Pada tahun 1898, Sir Ebenezer Howard menerbitkan buku Tomorrow: A Peaceful Path to Real Reform (yang 4 tahun kemudian diterbitkan ulang dengan judul Garden Cities of Tomorrow), yang menuangkan idenya mengenai konsep perencanaan sebuah kota baru. Konsep ini menggabungkan aspek-aspek terbaik yang dimiliki oleh kota dan desa.

Three Magnet Diagram, Garden City menggabungkan semua aspek terbaik yang dimiliki kota dan desa, untuk menciptakan sebuah kota baru yang nyaman dan aman bagi manusia. Aspek-aspek ini disederhanakan dalam Diagram 3 Magnet

.


Idenya adalah pengelompokan fungsi kota secara konsentris. Central park sebagai pusat, lalu ring pertamanya adalah publik building yang kemudian dikelilingi lagi oleh ring yang terdiri dari parkland. Dipotong oleh 6 boulevard ke arah pusat dan dikelilingi oleh crystal palace: arcade kaca yang besar.. Ring berikutnya adalah perumahan (houses) yg dikelilingi oleh grand avenue dan green belt. Ring terluar adalah: factories, ware house, dairy market, coal yard, imber yard. Perencanaan ini diproyeksikan untuk 5500 bangunan dalam lahan 130x20 kaki, untuk populasi 30.000, terdapat 200 rumah


Garden City akan menjadi mandiri dan ketika mencapai populasi penuh, maka akan dikembangkan lagi sebuah Garden City didekatnya. Howard membayangkan suatu kumpulan dari beberapa Garden City sebagai satelit dari pusat kota, dihubungkan oleh jalan dan rel kereta api yang dapat menghubungkannya dalam beberapa menit. Seperti gambar di samping kiri. Dimana Howard memproyeksikan perencanaan tersebut dalam lahan 66.000 hektar untuk populasi 250.000. Garden City yang diterapkannya dapat dilihat pada Letchwort dan Welwyn.


Sunday, October 11, 2009

The City Beautiful

Tulisan ini berdasarkan literatur buku: "Emerging Concepts in Urban Space Design", oleh Broudbent, Geoffrey. Semoga dapat membantu bagi yang memerlukan.


American City beautiful dirancang terinspirasi dari Paris oleh Haussmann dan pendahulunya. City beautiful dicetuskan ketika berlangsung word columbian exposition di daerah chicago 1893. “The World's Columbian Exposition” - juga dikenal sebagai The Chicago World's Fair - merupakan World's Fair yang diselenggarakan di Chicago pada tahun 1893 untuk merayakan 400 kedatangan Christopher Columbus di Amerika.

Pameran ini, sebagian besar, didesain oleh Daniel Burnham dan Frederick Law Olmsted. Ini adalah prototipe dari apa yang Burnham dan rekan-rekannya pikirkan mengenai bagaimana sebuah kota seharusnya dirancang. Rancangannya mengikuti prinsip-prinsip seni desain Beaux-Arts. Beaux-arts adalah merupakan style atau gaya arsitektur neoklasik Eropa berdasarkan prinsip-prinsip simetris dan keseimbangan seperti Renaissance, Baroque, dan Rococo.

Selama abad 19 Chicago telah dikembangkan sebagai pusat komersial dan pernah mengalami musibah kebakaran tahun1871, sehingga mendorong para arsitek untuk mengembangkan konstruksi tahan api (fire-resisting) yang merupakan hal penting sebagai pusat komersil.

Diawali oleh Daniel Burnham dengan gedung Rand Mc nally (1888), kemudian diikuti oleh Frederick Law Olmsted dan yg lainnya. Mereka kemudian mengembangkan disain yang mereproduksi gaya baroque yang di sponsori oleh para pengusaha, dimana mereka ingin mencitrakan chicago untuk lebih dikenal bukan hanya sebagai pusat komersil tapi juga kota budaya (cultural capital).

Olmsted melakukan penataan pada layout, dan Burnham bertugas menunjuk arsitek, sculptor, dan painter untuk mengembangkan aspirasi mereka secara tiga dimensional. Burnham mengajak Hunt, Saint-Gaundens, McKim, Millet untuk bekerja sama dalam mengembangkan ide mereka dalam kesatuan arsitektural. Saint-Gaundens, dan McKim memiliki gaya klasik seperti di Perancis akibat perjalan mereka di Eropa. Mereka percaya bahwa gaya disain yang berkembang di Prancis akan mampu berahan selam ribuan tahun, hal inilah yg coba mereka terapkan pada kota-kota di Amerika agar mampu memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi.

Burnham, McKim, Saint-Gaudens dan olmsted diminta untuk merencanakan great plan untuk kota Washington. Mereka melakukan perjalanan ke eropa untuk mengkaji kota-kota disana yang telah dirancang kembali dengan cara yang diterapkan oleh Haussmann. Lalu mereka kembali untuk membuat rekomendasi terhadap kota-kota di Amerika termasuk Boston, Massachusetts, Kansas City, St Louis, Missouri.

Burham dan rekan-rekan nya fokus tidak hanya pada bangunan tapi juga jalur kereta (railways), jalan dan taman (roads and parks), taman bermain (playgrounds), hutan dan pantai (forests and bathing beaches). Dia ingin menciptakan hunbungan antara bangunan dan sekeliling pusat kota, dimana pada pinggir nya dengan bangunan rendah dan semakin tinggi ke arah pusat sehingga menyerupai dome/ kubah. Sehingga tercermin dominasi antara daerah pusat dan periperi kota.

Namun sangat disayangkan pusat kota yg memiliki nilai munumental klasik sebagai jantung dari City Beautiful tidak dapat bertahan akibat kurang efisiennya kota tersebut. Banyaknya pendatang membuat sistem transportasi yang ada tidak memadai dan akhirnya jalan (roads and motorways) kemudian mendominasi perencanaan kota Chicago.



“Harturyati na gocaram kimapi sam pusnati yatservad, hyarthibhyah prati padyamanamanisam prapnoti Vrddhimparam, kalpantesvapi na prayati nidhanam vidhyakhy – amantardhanam, yesam tanprati manamujjnata nrpah kastai saha spardhate”

Pengetahuan adalah kekayaan yang tidak bisa dicuri oleh siapapun, semakin banyak diberikan akan semakin berkembang, dengan memiliki pengetahuan akan hadir kedamaian dalam diri manusia
(Niti Sataka – sloka 12)